Pencegahan dan Deteksi Hipertensi Melalui Penyuluhan dan Skrining Pada Masyarakat Gampong Pantee Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.63800/39q8nc79Kata Kunci:
Hipertensi; skrining; deteksi dini; validitas skrining; gejala hipertensiAbstrak
Data: Kegiatan skrining hipertensi dilakukan di Gampong Pantee, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar pada tanggal 23 Februari 2025. Skrining ini melibatkan 40 orang responden.
Tujuan: Kegiatan skrining hipertensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas skrining melalui pengukuran tekanan darah dan evaluasi gejala klinis sebagai langkah deteksi dini untuk menemukan kasus hipertensi secara akurat di masyarakat Gampong Pantee, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan khususnya meliputi pengukuran tekanan darah sebagai deteksi dini, serta mengetahui nilai validitas skrining hipertensi berdasarkan gejala seperti pusing, penglihatan kabur, lesu, nyeri kuduk, dan telinga berdengung.
Manfaat: Manfaat dari kegiatan ini meliputi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pemahaman kondisi kesehatan, khususnya terkait gejala hipertensi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menambah pengalaman praktis dalam melakukan skrining kesehatan di lapangan serta meningkatkan pengalaman akademik terkait skrining dan analisis data kesehatan. Sementara itu, bagi institusi kesehatan, inisiatif ini mendorong program pencegahan hipertensi melalui deteksi dini dan menyediakan data kesehatan masyarakat yang berharga untuk penelitian lebih lanjut.
Hasil: Kegiatan skrining hipertensi yang dilakukan di Gampong Pantee menunjukkan bahwa 26 dari 40 responden (65%) teridentifikasi mengalami tekanan darah tinggi, sementara 14 orang (35%) memiliki tekanan darah normal. Pengukuran tekanan darah terbukti efektif dalam mengidentifikasi individu dengan tekanan darah tinggi, di mana 65% peserta menunjukkan hasil tekanan darah di atas normal. Gejala lesu menunjukkan sensitivitas tertinggi (80%), yang berarti 8 dari 10 penderita hipertensi menunjukkan gejala ini. Sementara itu, gejala pusing memiliki sensitivitas 73%, dan penglihatan kabur 61%. Nyeri kuduk (53%) dan telinga berdengung (42%) memiliki sensitivitas yang lebih rendah sebagai indikator hipertensi.
Kesimpulan: Pengukuran tekanan darah adalah metode utama yang efektif dalam deteksi dini hipertensi. Skrining yang dilakukan di Gampong Pantee menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi. Meskipun gejala seperti lesu, pusing, dan penglihatan kabur cukup akurat sebagai petunjuk awal, pemeriksaan tekanan darah secara langsung tetap penting karena tidak semua penderita menunjukkan gejala. Skrining rutin sangat direkomendasikan sebagai langkah awal identifikasi kasus hipertensi di masyarakat.
Unduhan
Referensi
Dinkes Provinsi Kepulauan Riau. 2022. “Cegah Dan Kendalikan Hipertensi Dengan Tepat Untuk Hidup Sehat Lebih Lama.” Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau 02(02): 87–95. https://www.dinkesprovkepri.org/index.php/9-berita/756-cegah-dan-kendalikan-hipertensi-dengan-tepat-untuk-hidup-sehat-lebih-lama.
Inggani, E. D., Habibi, J., Rossita, T., Sari, Y. O., & Uziman, A. M. (2025). Cegah Risiko Tekanan Darah Tinggi Untuk Mengurangi Risiko Stunting Dengan Penerapan Pola Makan Yang Benar Dan Senam Hipertensi Di Desa Sukasari Kec. Air Periukan Kab. Seluma. Jurnal Pakar Pengabdian Kesehatan, 1(1), 59-64.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. “Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.” kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. 2021. “Gejala Darah Tinggi (Hipertensi) Yang Perlu Diwaspadai.” Kementerian Kesehatan RI. https://upk.kemkes.go.id/new/gejala-darah-tinggi-hipertensi-yang-perlu-diwaspadai.
Kusuma, D. et al. 2021. “The Role of Early Hypertension Screening in Preventing Cardiovascular Diseases: A Community-Based Study. Journal of Public Health.” Journal of Public Health.
Lubis, E. M., Afifah, Y., Abidin, F. A., Shiddiq, M. D. A., & Ismah, Z. (2023). Hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi di Desa Saentis. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 2001-2005.
WHO. 2021. “Global Status Report on Hypertension.” World Health Organization. 53(9): 1689–99.
UGM, R. A. (2025). Tatalaksana Hipertensi “The Sillent Killer” bukan sekedar peningkatan tekanan darah dalam perspektif tenaga kefarmasian angkatan 1. Kementerian Kesehatan RI.
(Menteri Kesehatan, 2014). (2024). Prevalence and Risk Factors of Hypertension Among Young Adults (26-35 Years Old) in Indonesia: Analysis of Secondary Data from Riskesdas 2018. February, 4–6.
Karyoko, D. (2024). Melihat Data Penyebab Utama Disabilitas di Indonesia. Goodstats.Id. https://goodstats.id/article/penyakit-menjadi-penyebab-utama-disabilitas-di-indonesia-6cAhR
KemenKes RI; (2023). Hipertensi disebut sebagai Silent Killer, Menkes Budi Imbau Rutin Cek Tekanan Darah. Https://Www.Kemkes.Go.Id/. https://kemkes.go.id/eng/hipertensi-disebut-sebagai-silent-killer-menkes-budi-imbau-rutin-cek-tekanan-darah
Kemenkes RI. (2019). Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diidap Masyarakat Sekretariat Jenderal. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun Rencana Strategis Kementerian Kesehatan. https://kemkes.go.id/id/hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat
Organization, W. H. (2023). Hypertension. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Srinivasan, S. (2025). Brain health and hypertension: A silent but dangerous. Times Entertaiment. https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/brain-health-and-hypertension-a-silent-but-dangerous-connection/articleshow/121646206.
WHO. (2021). More than 700 million people with untreated hypertension. The Lancet. https://www.who.int/news/item/25-08-2021-more-than-700-million-people-with-untreated-hypertension
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wirna Lita Astuti, Irma Hamisah (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









